Studi
Ekskursi Ikatan Studi Mahasiswa Manajemen Syariah UIN-SU. Dilaksanakan
pada tanggal 16 Desember 2013 di PT. Inalum, Kuala Tanjung, Kabupaten
Batubara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Studi Mahasiswa
Manajemen Syariah (ISMA) UIN-SU, dan di ikuti oleh Mahasiswa Jurusan
Manajemen Syariah mulai dari Semester satu, tiga, lima, dan semester
tujuh selaku penyelenggara Kegiatan. Studi Ekskursi ini kerap dilakukan
oleh ISMA setiap tahunya guna mempererat silaturahmi antar Stanbuk
jurusan manajemen serta kepala Jurusan dan juga dosen lainnya.
Dalam
susunan kegiatan yang pertama panitia dan peserta menyimak persentase
yang disampaikan oleh pihak Manajemen PT. Inalum, tentang sejarah PT.
Inalum dan juga perkembangannya sampai saat ini, setelah menyimak
persentasi dari pihak manajemen, dilanjutkan dengan tanya jawab kepada
peserta. Adapun salah satu hasil diskusi yang dilakukan Pihak manajemen
PT. Inalum dan Juga Mahasiswa, menerangkan bahwa status Perusahaan PT.
Inalum telah di akuisisi pemerintah Indonesia secara penuh dalam hal ini
100% Saham PT. Inalum sudah resmi menjadi Milik Indonesia, terhitung
mulai Bulan November 2013.
Pada tahap selanjutnya para peserta mengunjungi Pelabuhan Inalum, Pelabuhan ini digunkan untuk pengiriman Bahan mentah Alumunium yaitu Bauksit dari Pulau Bintan yang juga deretan Kepulauan Riau. Beserta bahan baku lainnya Dari Bauksit inilah yang akan di olah menjadi Alumunium Batangan, kemudian di eksport kebeberapa wilayah Pabrik di Indonesia yang membutuhkan Bahan Alumunium, Seperti untuk Keperluan Bahan Rumah Tangga, Kenderaan Bermotor, serta bahan bangunan yang lainya. Lokasi Pelabuhan PT. Inalum ini sangat strategis, dan dekat dari pabrik pengolahan Alumunium, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tempat ini. Bahan Alumunium setengah jadi ini tidak hanya di labuhkan kebeberapa daerah di Indonesia, melainkan juga sebahagian besar produk Alumunium di Eksport ke Negri Samurai Biru yaitu Jepang, karena pada dasarnya pendiri PT. Inalum sendiri sebahagian memakai tenaga ahli dari Negri tersebut.
Pada tahap selanjutnya para peserta mengunjungi Pelabuhan Inalum, Pelabuhan ini digunkan untuk pengiriman Bahan mentah Alumunium yaitu Bauksit dari Pulau Bintan yang juga deretan Kepulauan Riau. Beserta bahan baku lainnya Dari Bauksit inilah yang akan di olah menjadi Alumunium Batangan, kemudian di eksport kebeberapa wilayah Pabrik di Indonesia yang membutuhkan Bahan Alumunium, Seperti untuk Keperluan Bahan Rumah Tangga, Kenderaan Bermotor, serta bahan bangunan yang lainya. Lokasi Pelabuhan PT. Inalum ini sangat strategis, dan dekat dari pabrik pengolahan Alumunium, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tempat ini. Bahan Alumunium setengah jadi ini tidak hanya di labuhkan kebeberapa daerah di Indonesia, melainkan juga sebahagian besar produk Alumunium di Eksport ke Negri Samurai Biru yaitu Jepang, karena pada dasarnya pendiri PT. Inalum sendiri sebahagian memakai tenaga ahli dari Negri tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar