| ISMA UIN-SU berfoto bersama dalam rangka Studi Wisata di Istano Basa, Kerajaan Pagaruyung |
Setelah beberapa hari berkeliling di kota Padang, dengan
bersilatuhrahmi ke PT. Semen padang, Universitas Andalas (Unand), dan juga IAIN Imam Bonjol, ISMA UIN-SU kembali melanjutkan Studi Wisata ke Kerajaan Pagaruyung, kota Batu Sangkar,
kabupaten Tanag Datar. Dengan memakan waktu perjalanan sekitar tiga jam lebih dari
Kota Padang, akhirmya Rombongan ISMA UIN-SU sampai di Istano Basa Pagaruyung.
Pada saat memasuki Istana, para pengunjung diwajibkan utntuk
melepas alas kaki untuk memasuki tempat tersebut, saat itu pula kami di sambut
oleh pemandu wisata di tempat tersebut, dengan menerangkan isi yang ada dalam
kerajaan tersebut.
Kerajaan Pagaruyung adalah kerajaan melayu yang pernah
berdiri meliputi Provinsi Sumatra barat, dan sekitarnya. Nama kerajaan ini
dirujuk dari Tambo yang ada pada masyarakat Minangkabau, yaitu nama sebuah nagari
yang bernama Pagaruyung, dan juga dapat dirujuk dari inskripsi “cap mohor
Sultan Tangkal Alam Bagagar” dari Pagaruyung.
Sebelumnya
kerajaan ini tergabung dalam Malayapura.
sebuah kerajaan yang pada Prasasti Amoghapasa disebutkan dipimpin oleh
Adityawarman, yang mengukuhkan dirinya sebagai penguasa Bhumi Malayu di
Suwarnabhumi. Termasuk pula di dalam Malayapura adalah kerajaan Dharmasraya dan
beberapa kerajaan atau daerah taklukan Adityawarman lainnya.[1]
Munculnya nama Pagaruyung sebagai sebuah kerajaan Melayu
tidak dapat diketahui dengan pasti, dari Tambo yang diterima oleh masyarakat
Minangkabau tidak ada yang memberikan penanggalan dari setiap
peristiwa-peristiwa yang diceritakan, bahkan jika menganggap Adityawarman
sebagai pendiri dari kerajaan ini, Tambo sendiri juga tidak jelas
menyebutkannya. Namun dari beberapa prasasti yang ditinggalkan oleh
Adityawarman, menunjukan bahwa Adityawarman memang pernah menjadi raja di
negeri tersebut, tepatnya menjadi Tuhan Surawasa, sebagaimana penafsiran dari
Prasasti Batusangkar, kerajaan ini diperkirakan Berdiri pada tahun 1347–1825
Masehi, tutur kak Nisa sebagai pemandu wisata di tempat tersebut.
| Istano Basa, Kerajaan Pagaruyung, Sumatra Barat |
Setelah mendengarkan kisah tentang kerajaan tersebut,
Rombongan ISMA kembali melanjutkan melihat-lihat tempat tersebut, mulai dari Arca
peninggalan yang asli, sampai benda-benda buatan yang menyerupai peralatan
Zaman itu yang dibuat oleh pengelola tempat tersebut. Bukan hanya itu saja
bahkan Istana tersebut adalah replika dari Isana baso, yang letak aslinya ada
di belakang istana itu, berada di atass bukit, yang sekarang hanya tinggal
bebatuan saja.
Selesai mengunjungi salah satu situs yang berada di
Kabupaten Tanah Datar, Tim Rombongan Isma Kembali Mengunjungi Kota Bukit
tinngi, beserta Destinasi wisata yang ada di Kota yang pernah Menjadi Ibukota
Negara Republik Indonesia tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar