Selasa, 09 Desember 2014

ISMA Studi Wisata ke Istana Pagaruyung

ISMA UIN-SU berfoto bersama dalam rangka Studi Wisata di Istano Basa, Kerajaan Pagaruyung

Setelah beberapa hari berkeliling di kota Padang, dengan bersilatuhrahmi ke PT. Semen padang, Universitas Andalas (Unand), dan juga IAIN Imam Bonjol, ISMA UIN-SU kembali melanjutkan Studi Wisata ke Kerajaan Pagaruyung, kota Batu Sangkar, kabupaten Tanag Datar. Dengan memakan waktu perjalanan sekitar tiga jam lebih dari Kota Padang, akhirmya Rombongan ISMA UIN-SU sampai di Istano Basa Pagaruyung.

Pada saat memasuki Istana, para pengunjung diwajibkan utntuk melepas alas kaki untuk memasuki tempat tersebut, saat itu pula kami di sambut oleh pemandu wisata di tempat tersebut, dengan menerangkan isi yang ada dalam kerajaan tersebut.

Kerajaan Pagaruyung adalah kerajaan melayu yang pernah berdiri meliputi Provinsi Sumatra barat, dan sekitarnya. Nama kerajaan ini dirujuk dari Tambo yang ada pada masyarakat Minangkabau, yaitu nama sebuah nagari yang bernama Pagaruyung, dan juga dapat dirujuk dari inskripsi “cap mohor Sultan Tangkal Alam Bagagar” dari Pagaruyung. Sebelumnya kerajaan ini tergabung dalam Malayapura. sebuah kerajaan yang pada Prasasti Amoghapasa disebutkan dipimpin oleh Adityawarman, yang mengukuhkan dirinya sebagai penguasa Bhumi Malayu di Suwarnabhumi. Termasuk pula di dalam Malayapura adalah kerajaan Dharmasraya dan beberapa kerajaan atau daerah taklukan Adityawarman lainnya.[1]

Munculnya nama Pagaruyung sebagai sebuah kerajaan Melayu tidak dapat diketahui dengan pasti, dari Tambo yang diterima oleh masyarakat Minangkabau tidak ada yang memberikan penanggalan dari setiap peristiwa-peristiwa yang diceritakan, bahkan jika menganggap Adityawarman sebagai pendiri dari kerajaan ini, Tambo sendiri juga tidak jelas menyebutkannya. Namun dari beberapa prasasti yang ditinggalkan oleh Adityawarman, menunjukan bahwa Adityawarman memang pernah menjadi raja di negeri tersebut, tepatnya menjadi Tuhan Surawasa, sebagaimana penafsiran dari Prasasti Batusangkar, kerajaan ini diperkirakan Berdiri pada tahun 1347–1825 Masehi, tutur kak Nisa sebagai pemandu wisata di tempat tersebut.
Istano Basa, Kerajaan Pagaruyung, Sumatra Barat
Setelah mendengarkan kisah tentang kerajaan tersebut, Rombongan ISMA kembali melanjutkan melihat-lihat tempat tersebut, mulai dari Arca peninggalan yang asli, sampai benda-benda buatan yang menyerupai peralatan Zaman itu yang dibuat oleh pengelola tempat tersebut. Bukan hanya itu saja bahkan Istana tersebut adalah replika dari Isana baso, yang letak aslinya ada di belakang istana itu, berada di atass bukit, yang sekarang hanya tinggal bebatuan saja.

Selesai mengunjungi salah satu situs yang berada di Kabupaten Tanah Datar, Tim Rombongan Isma Kembali Mengunjungi Kota Bukit tinngi, beserta Destinasi wisata yang ada di Kota yang pernah Menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia tersebut.




[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pagaruyung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar