Ikatan Studi Manajemen Syariah (ISMA) UIN-SU, kembali
membuat suatu gebrakan baru yang tidak kalah dengan acara-acara besar yang pernah
diselenggarakan di Universitas tersebut. Setelah sukses dengan Studi Ekskursi
di beberapa perusahaan terkemuka di sumatera utara seperti, PT. Sosro, PT. Aqua
Sibayakindo, PT. Inalum Sigura-gura, dan juga PT. Inalum Kuala Tanjung. ISMA
membuat ekspansi besar-besaran dengan menyelenggarakan Pekan Gebyar Ekonomi
Manajemen Syariah (GEMS).
Acara ini diselenggarakan pada 16-19 April 2014 di kampus
Universitas Islam Negri Sumatera Utara (UIN-SU). Pada hari pertama acara ini di
buka oleh Wakil Dekan III FEBI, DR. M. Ridwan, M.A., serta di dampingi Wadek I
FEBI, Bapak DR. M. Yafiz. M.A., Serta kajur EKI, Ibu Isnaini Harahap. M.A, dan
juga dihadiri Kepala jurusan Ekonomi Manajemen Syariah sendiri yaitu bapak
Yusrizal Ahmad M.A. Adapun acara yang di selenggarakan pihak panitia GEMS
terbilang cukup banyak seperti; Seminar Nasional yang dibawakan Oleh Tokoh
Ekonomi Islam Nasional Dr. Ir. Adiwarman Karim, Bazar Mahaiswa yang bersifat
Mudharabah, Tari Daerah, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Hijab Fashion Show,
Ranking 1, Lomba Bussiness Plan, Serta Bakti Sosial dengan tema “ISMA peduli sesama”.
Pada hari pertama acara ini dibuka dengan lomba Hijab Fashion
Show dengan tema “Simple and Feminime-Show
your Style. Hijab Fashion Show sendiri menampilkan bagaimana seharusnya
seorang Muslimah itu bergaya dengan cara syar’i dan lebih baik, dengan tidak
menampilkan bentuk lekuk tubuh dan menutup aurat atau berhijab namun masih
terlihat sexy dan minimalis atau yang sekarang banyak disebut Jilboobs. Karena pada umumnya fashion
show sekarang lebih banyak yang mengumbar aurat serta berpenampilan yang sangat
miskin akan kain penutup tubuh. Acara ini tidak hanya di ikuti oleh mahasisiwa
UIN-SU sendiri namun juga dari Universitas lainnya, bahkan ada juga pelajar SMP
yang ikut berkompetisi dalam Hijab Fashion Show tersebut.
Setelah Ba’da Shalat Dzuhur pihak panitia membuka acara
Tari daerah, acara ini tidak kalah meriahnya dengan acara pembukaan tadi. Tari
daerah dipilih Panitia ISMA karena syarat akan makna budaya di Nusantara,
karena pada umumnya Tari daerah mulai tergerus dan tergantikan dengan tari-tarian
modern yang bersumber dari negri Barat. Tari daerah pun sangat jarang diminati
dan dinikmati anak muda jaman sekarang karena banyak yang menganggapnya hal
yang kuno dan ketinggalan zaman, ujar Bendum ISMA.
Namun lain hal yang terlukis dibenak panitia GEMS, Tari
Daerah adalah tarian yang harus dipertahankan dan di boomingkan kembali ke bumi
Nusantara. Karena syarat akan makna dan peristiwa. Begitu acara dimulai
panggung kembali meriah dengan lima Grup tari, yang bergantian menampilkan Skill
dan aksinya di panggung utama GEMS, ada tari yang berasal dari Aceh, Sumatera
Utara, Sumatera barat, serta budaya Jawa.
Sehari acara ini berjalan banyak Simpatisan dari Fakultas
lainnya yang menikmati acara ini mulai dari pagi hingga Petang menjelang. Disamping
kedua acara tersebut, pihak Panitia ISMA, juga menyelenggarakan Bazar dengan
mengisi Stand-stand di sekitar panggung. Hal ini juga menantang Bakat dan Minat
Mahasiswa dalam berwirausaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Thats Right. . . . .
BalasHapus