Senin, 03 November 2014

Gebyar Ekonomi Manajemen Syariah (Trobosan baru ISMA)

Ikatan Studi Manajemen Syariah (ISMA) UIN-SU, kembali membuat suatu gebrakan baru yang tidak kalah dengan acara-acara besar yang pernah diselenggarakan di Universitas tersebut. Setelah sukses dengan Studi Ekskursi di beberapa perusahaan terkemuka di sumatera utara seperti, PT. Sosro, PT. Aqua Sibayakindo, PT. Inalum Sigura-gura, dan juga PT. Inalum Kuala Tanjung. ISMA membuat ekspansi besar-besaran dengan menyelenggarakan Pekan Gebyar Ekonomi Manajemen Syariah (GEMS).
Acara ini diselenggarakan pada 16-19 April 2014 di kampus Universitas Islam Negri Sumatera Utara (UIN-SU). Pada hari pertama acara ini di buka oleh Wakil Dekan III FEBI, DR. M. Ridwan, M.A., serta di dampingi Wadek I FEBI, Bapak DR. M. Yafiz. M.A., Serta kajur EKI, Ibu Isnaini Harahap. M.A, dan juga dihadiri Kepala jurusan Ekonomi Manajemen Syariah sendiri yaitu bapak Yusrizal Ahmad M.A. Adapun acara yang di selenggarakan pihak panitia GEMS terbilang cukup banyak seperti; Seminar Nasional yang dibawakan Oleh Tokoh Ekonomi Islam Nasional Dr. Ir. Adiwarman Karim, Bazar Mahaiswa yang bersifat Mudharabah, Tari Daerah, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Hijab Fashion Show, Ranking 1, Lomba Bussiness Plan, Serta Bakti Sosial dengan tema “ISMA peduli sesama”.
Pada hari pertama acara ini dibuka dengan lomba Hijab Fashion Show dengan tema “Simple and Feminime-Show your Style. Hijab Fashion Show sendiri menampilkan bagaimana seharusnya seorang Muslimah itu bergaya dengan cara syar’i dan lebih baik, dengan tidak menampilkan bentuk lekuk tubuh dan menutup aurat atau berhijab namun masih terlihat sexy dan minimalis atau yang sekarang banyak disebut Jilboobs. Karena pada umumnya fashion show sekarang lebih banyak yang mengumbar aurat serta berpenampilan yang sangat miskin akan kain penutup tubuh. Acara ini tidak hanya di ikuti oleh mahasisiwa UIN-SU sendiri namun juga dari Universitas lainnya, bahkan ada juga pelajar SMP yang ikut berkompetisi dalam Hijab Fashion Show tersebut.
Setelah Ba’da Shalat Dzuhur pihak panitia membuka acara Tari daerah, acara ini tidak kalah meriahnya dengan acara pembukaan tadi. Tari daerah dipilih Panitia ISMA karena syarat akan makna budaya di Nusantara, karena pada umumnya Tari daerah mulai tergerus dan tergantikan dengan tari-tarian modern yang bersumber dari negri Barat. Tari daerah pun sangat jarang diminati dan dinikmati anak muda jaman sekarang karena banyak yang menganggapnya hal yang kuno dan ketinggalan zaman, ujar Bendum ISMA.
Namun lain hal yang terlukis dibenak panitia GEMS, Tari Daerah adalah tarian yang harus dipertahankan dan di boomingkan kembali ke bumi Nusantara. Karena syarat akan makna dan peristiwa. Begitu acara dimulai panggung kembali meriah dengan lima Grup tari, yang bergantian menampilkan Skill dan aksinya di panggung utama GEMS, ada tari yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera barat, serta budaya Jawa.
Sehari acara ini berjalan banyak Simpatisan dari Fakultas lainnya yang menikmati acara ini mulai dari pagi hingga Petang menjelang. Disamping kedua acara tersebut, pihak Panitia ISMA, juga menyelenggarakan Bazar dengan mengisi Stand-stand di sekitar panggung. Hal ini juga menantang Bakat dan Minat Mahasiswa dalam berwirausaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

1 komentar: